Jurnalis 24 | Medan – Kondisi antrean panjang di sejumlah Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) di Kota Medan memicu keluhan masyarakat. Situasi tersebut dinilai telah mengganggu aktivitas warga, pelaku usaha, hingga sektor transportasi.
Menanggapi kondisi itu, Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) Kota Medan melalui Sekretaris KNPI Kota Medan, Muhammad Iqbal S.H, menyampaikan keprihatinan sekaligus mengecam lambannya penanganan persoalan distribusi bahan bakar minyak (BBM) yang menyebabkan antrean panjang di berbagai wilayah Kota Medan.
Menurut Iqbal, masyarakat tidak seharusnya menjadi pihak yang menanggung dampak akibat terganggunya pasokan maupun distribusi BBM. Ia meminta Pertamina bersama pemerintah segera mengambil langkah cepat, konkret, dan transparan untuk mengatasi persoalan tersebut agar kebutuhan masyarakat dapat kembali terpenuhi.
"Jangan biarkan masyarakat terus menjadi korban. Antrean panjang BBM telah menghambat aktivitas ekonomi, pekerjaan, dan pelayanan masyarakat. Kami mendesak Pertamina dan pemerintah segera memberikan solusi nyata serta memastikan distribusi BBM kembali normal," tegas Iqbal kepada awak media, Selasa (14 Juli 2026).
KNPI Kota Medan juga meminta instansi terkait melakukan evaluasi menyeluruh terhadap sistem distribusi BBM agar kejadian serupa tidak kembali terulang. Selain itu, KNPI mendorong adanya keterbukaan informasi kepada masyarakat mengenai penyebab terjadinya kelangkaan maupun antrean panjang tersebut.
KNPI Kota Medan berharap pemerintah bersama Pertamina dapat segera memulihkan kondisi distribusi BBM sehingga masyarakat tidak lagi mengalami kesulitan memperoleh bahan bakar dan aktivitas perekonomian di Kota Medan dapat berjalan normal kembali.
Antrean panjang dan kelangkaan BBM di Kota Medan saat ini sangat terasa untuk jenis Pertalite dan Bio Solar.
Beberapa titik lokasi SPBU yang mengalami antrean mengular hingga memakan badan jalan meliputi :
1 . Jalan Sisingamangaraja: Antrean kendaraan sempat mengular panjang akibat pasokan Pertalite yang baru masuk setelah sempat kosong di pagi hari.
2. Jalan Gatot Subroto KM 5,2 (Kecamatan Medan Helvetia): Dilaporkan terjadi antrean kendaraan yang cukup parah karena warga mengeluhkan kelangkaan Pertalite.
3. Jalan Brigjen Katamso: Dilaporkan terjadi antrean panjang, di mana BBM jenis Solar terpantau kosong sejak pagi hari.
4. Kawasan Medan Amplas hingga Tanjung Morawa : Antrean bus dan kendaraan berat menumpuk di sepanjang Jalan Lintas Sumatera, terutama untuk menunggu pasokan Bio Solar.
Area Manager Communication, Relations, & CSR Regional Sumbagut Pertamina Patra Niaga, Fahrougi Andriani Sumampouw, angkat bicara.
Ia menjelaskan bahwa pihaknya berusaha mengoptimalkan penyaluran BBM di Sumut. "Dalam beberapa hari terakhir, distribusi BBM di sejumlah wilayah Sumatera Utara menghadapi penyesuaian operasional armada distribusi," kata Fahrougi, Senin (13/7/2026).
Ia mengimbau masyarakat untuk tetap tenang dan melakukan pembelian BBM sesuai kebutuhan. Antrean BBM ini disebutnya terjadi karena lonjakan permintaan. (Tim)
