Masalah Pendataan Bansos di Medan Denai: Kinerja Kepling 13 Tegal Sari Mandala III Menuai Kritik


jurnalis24.com,MEDAN DENAI,MEDAN- 
Proses penyaluran Bantuan Sosial (Bansos) di wilayah Lingkungan 13, Kelurahan Tegal Sari Mandala III, Kecamatan Medan Denai, memicu kontroversi. Kinerja Kepala Lingkungan (Kepling) setempat kini berada di bawah sorotan tajam karena dianggap gagal dalam melakukan sosialisasi dan pendataan warga yang layak menerima bantuan.

Ketimpangan Penerima Bantuan

Keluhan muncul dari Irwan Syahputra Nasution, tokoh masyarakat setempat sekaligus eks aktivis 98. Ia mengungkapkan bahwa distribusi bantuan di lapangan sering kali meleset dari sasaran. Irwan menemukan fakta miris di mana warga yang secara finansial mampu justru mendapat bantuan, sementara masyarakat yang benar-benar membutuhkan malah terlupakan.

"Akar masalahnya adalah komunikasi yang buruk dari Kepling. Masyarakat tidak mendapat pendampingan dan informasi yang jelas mengenai cara pendaftaran bansos," kata Irwan, Senin (05/01/2026).

Ia juga mengkritik pemahaman regulasi aparat tingkat lingkungan yang dinilai masih minim. Irwan mendesak agar perangkat kelurahan bekerja secara profesional dan tulus tanpa mengharapkan pungutan atau imbalan apa pun dari warga.

Desakan Evaluasi Sistem Pendataan

Menanggapi carut-marut ini, pengamat kebijakan publik Syafruddin Ali SH, menilai adanya kelemahan dalam pembaruan data kemiskinan. Menurutnya, ada jarak antara data di atas kertas dengan realitas di lapangan karena minimnya verifikasi faktual oleh Kepling.

Syafruddin meminta Wali Kota Medan, Rico Waas, untuk melakukan pembersihan dan perbaikan sistem pendataan dari level terbawah. Ia bahkan menyarankan agar Camat bersikap tegas dengan memberikan sanksi hingga pencopotan jabatan bagi Kepling yang terbukti lalai mendata warga miskin.

Pembelaan Diri Pihak Kepling

Di sisi lain, Kepling 13 Tegal Sari Mandala III, Tio, menepis semua tudingan tersebut. Saat memberikan klarifikasi di kantor lurah, Tio menegaskan bahwa dirinya telah bekerja sesuai regulasi dan melakukan pendataan secara berkala.

Sebagai bukti kinerjanya, Tio menyebutkan salah satu warga, Nek Rubiah, yang telah menerima berbagai jenis bantuan, seperti BLT Kesra dan bantuan beras. "Semua upaya pemberian bantuan bagi warga yang membutuhkan terus kami lakukan sesuai dengan aturan yang berlaku," jelas Tio. (Tim)

Posting Komentar

Lebih baru Lebih lama