May Day Sumut 2026 : Buruh Soroti PHK, Upah Tak Layak, dan Minimnya Perlindungan Pekerja


jurnalis24.com,MEDAN- 
Peringatan Hari Buruh Sedunia atau May Day di Provinsi Sumatera Utara kembali digelar pada 1 Mei dengan melibatkan unsur pemerintah, serikat pekerja/serikat buruh, serta dihadiri jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda). Momentum tahunan tersebut diharapkan tidak hanya menjadi seremoni, tetapi juga menjadi ruang evaluasi terhadap kondisi ketenagakerjaan di daerah. Kamis,30 April 2026.

Ketua PD FSP KEP SPSI Provinsi Sumatera Utara yang juga Sekretaris DPD KSPSI AGN Sumatera Utara, Rio Affandi Siregar, menilai masih banyak persoalan mendasar yang dihadapi pekerja dan belum terselesaikan secara optimal. Menurutnya, May Day merupakan simbol perjuangan buruh dalam memperjuangkan hak, perlindungan, dan kesejahteraan.

Salah satu persoalan yang disorot ialah gelombang pemutusan hubungan kerja (PHK) pasca bencana alam di Sumatera Utara beberapa bulan terakhir. Penutupan sejumlah perusahaan disebut berdampak langsung terhadap hilangnya mata pencaharian para pekerja.

“Yang menjadi pertanyaan, bagaimana nasib pekerja yang terdampak. Apakah pemerintah pusat maupun daerah telah menyiapkan solusi konkret untuk menjaga keberlangsungan ekonomi keluarga mereka,” ujar Rio dalam keterangannya, Kamis (20/4/2026)

Selain PHK, persoalan keselamatan kerja juga menjadi perhatian. Rio menyinggung insiden kecelakaan kerja dalam proyek pembangunan Islamic Center di Kota Medan yang menelan korban jiwa. Ia menyebut korban belum terdaftar dalam program BPJS Ketenagakerjaan.

Menurutnya, kondisi tersebut menunjukkan masih lemahnya pengawasan serta perlindungan terhadap pekerja di lapangan.

Permasalahan lain yang turut disoroti adalah belum meratanya penerapan Upah Minimum Kabupaten/Kota (UMK). Ia menyebut masih terdapat perusahaan yang belum menjalankan ketentuan pengupahan sesuai keputusan pemerintah daerah.

“Apakah buruh harus terus turun ke jalan agar suaranya didengar,” katanya.

Kalangan serikat pekerja di Sumatera Utara pun mendorong adanya komitmen nyata dari para pemangku kebijakan, khususnya Pemerintah Provinsi Sumatera Utara, agar lebih berpihak kepada kepentingan pekerja.

Rio menegaskan, buruh merupakan salah satu tulang punggung perekonomian. Menurut dia, kesejahteraan pekerja akan berpengaruh terhadap pertumbuhan ekonomi dan stabilitas sosial.

Ia juga menyoroti perbedaan isu ketenagakerjaan di negara maju dengan kondisi di Indonesia. Menurutnya, ketika negara lain mulai membahas isu lingkungan dan perusahaan hijau, pekerja di Indonesia masih berkutat pada persoalan dasar seperti upah tidak layak, UMK yang belum diterapkan, lembur yang tidak dibayar, hingga PHK sepihak.

Melalui momentum May Day 2026, ia berharap seluruh pihak menjadikan peringatan Hari Buruh sebagai titik balik untuk memperkuat komitmen dalam mewujudkan kesejahteraan pekerja dan menciptakan hubungan industrial yang harmonis di Sumatera Utara. (Hbb)

Posting Komentar

Lebih baru Lebih lama