Dilantik Jadi Ketua PW HIMMAH Sumut, Imransyah Pasai: Kami Siap Jadi Mitra Kritis Pemerintah


Jurnalis 24 | MEDAN – Pimpinan Wilayah Himpunan Mahasiswa Al Washliyah Sumatera Utara (PW HIMMAH Sumut) Periode 2026–2029 resmi dilantik pada Selasa (19/05) yang berlangsung dengan khidmat berlangsung di Hotel Le Polonia, Medan ini mengusung tema "Mahasiswa Al Washliyah: Dari Sumatera Utara Untuk Indonesia".


Prosesi pelantikan dilakukan langsung oleh Ketua Umum Pimpinan Pusat (PP) HIMMAH RI, Abdul Razak Nasution, bersama Sekretaris Jenderal, Sukri Sitorus serta turut dihadiri oleh Wakil Gubernur Sumut, H. Surya, B.Sc., Ketua Umum GP Al Washliyah, H. Aminullah Siagian, serta Ketua PW Al Washliyah Sumut, Dr. H. Dedi Iskandar Batubara didampingi oleh Sekretaris H. Alim Nur Nasution, S.E., dan Bendahara Dedi Iskandar, S.E.


Hadir pula perwakilan Cipayung Plus Sumatera Utara dan Medan, jajaran organisasi bagian Al Washliyah (IPA, GPA, IGDA, ISARAH, APA, dan Muslimat), para senior, jajaran Pimpinan Cabang/Komisariat, serta ratusan kader HIMMAH se- Sumatera Utara. 


Struktur PW HIMMAH Sumut Periode 2026–2029 kini resmi dinakhodai oleh Imransyah Pasai sebagai Ketua, didampingi Sekretaris Aldi Satrio dan Bendahara Badrul Ilmi Mubarak Harahap. Kesuksesan agenda ini tidak lepas dari kerja keras jajaran panitia pelaksana yang dikomandoi oleh Khoirum Siregar (Ketua Panitia), Cristio Djorgi Sitorus (Sekretaris), dan Afriansyah (Bendahara).


Dalam kata sambutannya, Ketua PW HIMMAH Sumut, Imransyah Pasai, mengatakan dengan kepengurusan baru ini menghadirkan semangat baru dalam mendukung program-program positif pemerintah.


"Selain itu, kami juga akan tetap menjadi mitra kritis. Sebagai mahasiswa, kami harus mampu menyikapi isu-isu terbaru, khususnya yang berkembang di Sumatera Utara," kata Imransyah.


Menurutnya, sebagai mahasiswa, HIMMAH akan bersikap netral dengan mendukung hal-hal yang positif, termasuk dalam proses pemilihan umum.


"Dukungan kami bukan berdasarkan kepentingan pribadi, melainkan demi kepentingan masyarakat Sumatera Utara. Dalam konteks pemilihan gubernur misalnya, kami akan mendukung pihak yang membawa isu-isu positif dan memiliki komitmen terhadap pembangunan Sumatera Utara," ucapnya.


PW HIMMAH Sumut, lanjut Imran, siap mengkritik pemerintah dengan mengingatkan jika ada kebijakan yang tidak pro dengan masyarakat. "Tentu siap. HIMMAH selalu aktif menyikapi berbagai isu, baik nasional, lokal, maupun isu-isu di Sumatera Utara. Kami juga sering turun ke jalan untuk menyampaikan aspirasi," ungkapnya.


Usai pelantikan, kegiatan juga diisi dengan diskusi publik bertemakan "Pemilu Rakyat Vs Pemilu DPR, Siapa yang Menang?". Diskusi ini menjadi agenda penting, sebab saat ini masyarakat sedang dihadapkan pada isu pemilu DPR dan pemilu rakyat.


"Karena itu, kami ingin menggodok serta membahas secara mendalam keputusan-keputusan yang nantinya akan diambil. Kami ingin melihat mana yang lebih baik, apakah pemilu DPR atau sistem pemilu rakyat seperti sebelumnya," sebutnya.


Imransyah pun juga manargetkan pembentukan cabang di setiap kabupaten/ kota di Sumatera Utara yang saat ini telah terbentuk di 15 daerah. Saat ini masih ada beberapa daerah yang belum memiliki cabang, seperti Karo dan Dairi. Hal ini menjadi fokus utama PW HIMMAH Sumut.


Sementara secara eksternal, pihaknya tidak ingin menjadi musuh pemerintah. "Kami hadir sebagai adik-adik mahasiswa yang mengingatkan apabila ada pejabat publik yang lupa pada posisinya atau lalai dalam mengambil keputusan yang berdampak kepada masyarakat," pungkasnya mengakhiri. 


Selanjutnya, Ketua Umum PP HIMMAH RI, Abdul Razak Nasution dalam sambutannya menegaskan bahwa jati diri dan prinsip dasar HIMMAH tidak akan pernah berubah. Kendati demikian, ia menekankan agar organisasi ini terus bergerak maju, membangun kolaborasi, serta berperan aktif memberikan saran dan masukan konstruktif bagi Pemerintah Provinsi Sumatra Utara demi kemajuan daerah dan kesejahteraan masyarakat.


"HIMMAH secara prinsip tidak berubah, akan tetapi pola gerakan kita yang harus adaptif dan kolaboratif. Kita harus senantiasa memberikan saran dan masukan yang membangun kepada Pemerintah Provinsi Sumatera Utara," ujar Abdul Razak di hadapan pengurus dan tamu undangan.


Lebih lanjut, Abdul Razak mengingatkan seluruh pengurus yang baru dilantik untuk selalu menjunjung tinggi nilai-nilai akademik dalam setiap langkah dan kebijakan organisasi. Menurutnya, landasan keilmuan yang kuat merupakan syarat mutlak agar HIMMAH dapat tampil sebagai kekuatan yang beradab, cerdas, dan mampu memberikan solusi nyata atas berbagai persoalan umat.


"Harus ada nilai akademik. Setiap gerakan yang kita lakukan harus berdasar pada ilmu pengetahuan, data yang akurat, serta pemikiran yang kritis. Keunggulan intelektual harus berjalan beriringan dengan komitmen moral dan keagamaan yang menjadi ciri khas Al Washliyah," tegasnya.


Ia juga berharap kepengurusan baru di bawah kepemimpinan Imransyah Pasai mampu memperkuat sinergi antar anggota, meningkatkan kualitas kaderisasi, serta memperluas peran organisasi dalam pembangunan sosial dan kemasyarakatan di Sumatera Utara.


Dengan resminya pelantikan ini, PW HIMMAH Sumut diharapkan dapat segera menyusun program kerja strategis yang berdampak langsung pada penguatan kapasitas mahasiswa, pengabdian masyarakat, serta pengawalan kebijakan demi kemajuan Provinsi Sumatera Utara.

Posting Komentar

Lebih baru Lebih lama