Sidang Terbuka Doktor: Pascasarjana UIN SU Lahirkan Pakar Zakat Kontemporer dan Maqashid Syariah


Jurnalis 24 | MEDAN — Pascasarjana Universitas Islam Negeri (UIN) Sumatera Utara Medan kembali melahirkan doktor melalui Promosi Doktor Bagus Ramadi, M.H., yang digelar Jumat (14/8/2026) di Aula Pascasarjana UIN Sumatera Utara, Kampus I Sutomo, Medan.


Dalam sidang promosi tersebut, Bagus Ramadi mempertahankan disertasi berjudul “Kedudukan Pekerja Seks Komersial sebagai Mustahik Zakat (Analisis Maqāṣid al-Syarī‘ah)”. Kajian itu membahas persoalan hukum Islam terkait kondisi sosial dan ekonomi pekerja seks komersial (PSK), khususnya ketika mereka berada dalam kondisi rentan dan membutuhkan bantuan.


Sidang promosi dipimpin Prof. Dr. Azhari Akmal Tarigan, M.Ag. sebagai Ketua Sidang dan Prof. Dr. Nurussakinah Daulay, M.Psi. sebagai Sekretaris Sidang. Sementara tim promotor terdiri dari Prof. Dr. Muhammad Faisal Hamdani, M.Ag. Adapun tim penguji yakni Dr. Qoriah, M.A., Dr. Nurbaiti, M.Kom., Prof. Dr. Arifuddin Muda Harahap, M.Hum., dan Dr. Akmaluddin Syahputra, M.Hum.


Disertasi tersebut berangkat dari kenyataan bahwa prostitusi masih menjadi persoalan sosial yang kompleks. Persoalan tersebut tidak hanya menyangkut moral dan hukum, tetapi juga berkaitan dengan kemiskinan struktural, keterbatasan akses ekonomi, marginalisasi sosial, serta lemahnya perlindungan sosial, terutama bagi perempuan yang terlibat di dalamnya.


Bagus Ramadi menggunakan pendekatan Maqāṣid al-Syarī‘ah untuk melihat persoalan tersebut. Melalui pendekatan ini, hukum Islam dipahami berdasarkan tujuan syariat dalam mewujudkan kemaslahatan dan mencegah kemudaratan. Karena itu, kondisi PSK tidak semata-mata dilihat dari status profesinya, tetapi juga mempertimbangkan kondisi sosial-ekonomi, faktor yang melatarbelakangi, serta kemaslahatan yang dapat diwujudkan.


Kajian tersebut juga menekankan bahwa persoalan PSK tidak cukup diselesaikan hanya melalui ceramah, pengajian maupun nasihat keagamaan. Pendekatan agama dinilai tetap penting, tetapi perlu berjalan bersama langkah nyata yang menyentuh persoalan sosial dan ekonomi yang dihadapi kelompok tersebut.


Dalam konteks itu, zakat dipandang dapat menjadi salah satu instrumen pemberdayaan bagi PSK yang memenuhi kriteria sebagai penerima zakat. Bantuan tidak hanya diarahkan dalam bentuk konsumtif, tetapi juga dapat berupa pendampingan, pelatihan keterampilan hingga modal usaha agar penerima mampu memenuhi kebutuhan hidup sekaligus membangun kemandirian ekonomi.


Disertasi Bagus Ramadi tidak hanya mempertanyakan boleh atau tidaknya PSK menerima zakat. Lebih jauh, penelitian tersebut melihat bagaimana hukum Islam, zakat dan Maqāṣid al-Syarī‘ah dapat memberikan respons terhadap kelompok rentan secara lebih komprehensif dengan mempertimbangkan kondisi sosial dan tujuan pemberdayaan.


Kajian ini diharapkan dapat memperkaya khazanah hukum Islam dan zakat kontemporer, sekaligus memperkuat perspektif bahwa zakat memiliki fungsi sosial sebagai instrumen untuk membantu dan memberdayakan masyarakat yang berada dalam kondisi rentan.


Promosi Doktor Bagus Ramadi menjadi bagian dari kontribusi Pascasarjana UIN Sumatera Utara Medan dalam melahirkan akademisi yang mengembangkan pemikiran hukum Islam berdasarkan persoalan nyata di tengah masyarakat.


Melalui kajian semacam ini, Pascasarjana UIN Sumatera Utara terus mendorong pengembangan ilmu yang tidak hanya kuat secara akademik, tetapi juga relevan dengan kebutuhan dan dinamika masyarakat. (SPT)

Posting Komentar

Lebih baru Lebih lama